Langsung ke konten utama

Kenali Tradisi Sorong Serah Aji Krame di Suku Sasak

Kenali tradisi sorong serah tradisi suku sasak
      Sorong serah merupakan salah satu tradisi upacara dan rangkaian prosesi perkawinan adat suku sasak. Sorong artinya mendorong atau menyodorkan, yang dimaksudkan adalah berupa barang yang memiliki nilai. Serah artinya menyerahkan, yang dimaksudkan disini adalah barang yang berupa nilai yang didorong atau disodorkan untuk diserahkan. Jadi,  sorong serah artinya menyerahkan dan menerima nilai atau harga yang telah disepakati oleh kedua pihak keluarga calon pengantin dan ditetapkan oleh sekumpulan tokoh agama, dan tokoh adat. Sorong serah merupakan tahapan penting karena menentukan sahnya perkawinan kaum sasak, baik secara sosial maupun adat. Prosesi ini disertai dengan memenuhi aji krama yang telah disepakati pada saat ngeraosang aji krama ( membicarakan besarnya ajikrame yang harus dibayarkan oleh calon pengantin laki-laki atau negosiasi keluarga besarnya aji krama tersebut)
      Sedangkan aji krame berasal dari kata "Aji" yang berarti nilai dan "Krame" yang artinya cara/ adat.  Aji krame sebagai nilai adat artinya nilai dari diri atau harga diri dari pihak lelaki untuk diberikan keperempuan didalam adat. Namun ada juga mengatakan aji krama itu sebagai “aji Suci” dan mengartikan “aji” berarti harga dan “Suci” berarti membersihkan. Namun, makna yang diberikan di atas dilihat dari nilai aji krama, dapat dipadukan menjadi satu batasan pengertian “aji krama” yaitu suatu kesepakatan keseluruhan warga adat suatu wilayah yang mempunyai kesatuan hukum yang tetap sebagai lambang penyucian nilai kemanusiaan. Pelaksanaan adat Aji Krame menurut ceritra, berlaku sejak zaman kerajaan selaparang ini meliputi seluruh pulau lombok,  bahkan pulau lombok sendiri dinamakan pulau Selaparang. Maka, adat perkawinan berlaku untuk seluruh pulau yang intinya sampai sekarang masih dijalankan dalam prinsip yang sama,  namun kemudian secara perlahan-lahan (evolusi), dengan masuknya pengaruh dari luar dan makin melemahnya kerajaan selaparang,  maka terdapat variasi dalam pelaksanaan.
Urutan prosesi sorong serah aji krame antara lain:

A. Persiapan Arta Gegawan yang terdiri dari
 Sesirah (Otak Beli): bokor/Leweng, osap, benang mentah, jarum dengan benang, sebilah Keris. Pudak Arum: leweng bersama kain putih ukuran setelekungan. Salin Dede: leweng bersama kain batik ragi kodek. Poniol Ceraken: bakul dari bambu, ceraken berisi berbagai  bumbu. Olen-olen: Kotak/dungki yang isinya kain tenun berjumlah sesuai aji. Nampak Lemah: leweng bersama uang ringgit/Kepingan uang 33 keping. Pemegat: piring yang berisi uang Rp. 100.000. Pencanangan/Penjambeqan: penginang tempat rokok lekes. Rombong: bakul besar/Gadang berisi beras, padi, jagung, kelapa, sayur mayur, buah-buahan, cabe, bawang merah dan putih, ayam/itik. Laca-laca: Laca-laca arti  jarak atau batas sebagai laca-laca, biasanya dipergunakan anak alu (alu). Alu adalah sepotong kayu yang dipakai menumbuk padipad lesung. Alu ditaruh antara pembayun dan penampi, penginang tempat rokok lekes.

B.   Persiapan Penampi
Penampi merupakan juru bicara dari pihak pengantin wanita dalam rangka menerima, memutuskan tali Jinah atas Sorong Serah Aji Krama pengantin dengan kesepakatan terdahulu oleh kedua belah pihak keluarga. Penampi ini dilengkapi dengan sebuah tempat atau wadah berupa tikar atau alu yang berada ditengah-tengah Pembayun dengan Penampi disebut dengan laca-laca. Penampi dilengkapi oleh Tokoh Pengemban Ugami, Kepala Desa, Pengemban Adat, serta Wande warga.

C.   Kedatangan Pisolo
Pisolo berarti utusan Atau duta yang bertugas untuk menanyakan kesiapan wanita untuk menerima kedatangan Rombongan Penyorong. Siap dalam arti : tempat tersedia, keluarga dan undangan sudah berkumpul.

D.    Kedatangan duta Krama/Pembayun rombongan. Pembayun merupakan ketua rombongan yang mengawasi dan membimbing agar tetap menunjukkan sikap sopan santun sebagaimana layaknya. Pembayun ini disebut juru bicara pengantin laki-laki dalam rangka penyelesaian Adat Aji Krama, dengan melaporkan seluruh Gegawan yang dibawa sebagaimana yang telah dijelaskan diatas.

E.    Penyerahan Aji Krama dan penerimaan Aji Krama.

F.    Penerimaan Aji Krama yang diserahkan.

G.    Megal tali jinah.

H.    Doa Keselamatan.

I.    Berselawat (pembagian uang saksi).

      Tradisi sorong serah ini telah mengakar di pulau lombok, berlaku sejak zaman kerajaan selaparang yang meliputi seluruh pulau lombok. Sehingga, adat pernikahan berlaku untuk seluruh pulau lombok yang intinya sampai sekarang masih dijalankan dalam prinsip yang sama. Tadisi ini memang harus dijaga dan dilestarikan oleh semua masyarakat di Indonesia khususnya masyarakat lombok. Begitu banyak tradisu tersaji dengan pesona yang berbeda, menjadikan kebanggaan tersendiri bagi kita yang hidup dinegara Indonesia. Wahana budaya menjadikan kita dapat memahami maksud yang terkandung dalam ritual-ritual adat khususnya ritual perkawinan.
      Nilai baik yang terkandung dalam tradisi ini adalah Walaupun orang tua perempuan secara ideal berada pada posisi cukup kuat yang mempunyai ruang lebih luas untuk menolak melanjutkan pernikahan dengan cara meminta aji krama yang sangat tinggi, tetapi pada hakikatnya orang tua perempuan berada pada posisi yang kurang menguntungkan. Tidak menyetujui perkawinan putrinya, merupakan tindakan yang harus dihindari setelah proses memaling si perempuan (mengambil janji) berhasil. Oleh karenanya, walaupun orang tua perempuan berhasil membatalkan perkawinan, tetapi putri mereka akan kesulitan untuk mendapatkan suami, karena ”dianggap” telah ternoda akibat proses merarik tersebut dan "dianggap" jodoh akan jauh dari si perempuan. Demikian juga dengan penentuan besarnya jumlah ajikrama, dapat dianggap menjual anaknya kepada laki-laki yang ingin menikahinya. Sehingga diperlukan pertimbangan dan kesepakatan antara laki-laki yang meminta agar nilai atau materi yang dimintakan kepada orang tua perempuan tidak berlebihan  dan bagi pihak perempuan tidak juga merasa dirugikan. Setelah kedua keluarga sudah sepakat menentukan nilai atau uang yang dikeluarkan, barulah terjadi sorong serah aji krame yaitu menyerahkan nilai atau uang tersebut kepihak keluarga perempuan.
Terimakasih, semoga artikel ini bermanfaat.
Wassalamu'alaikum Wr.  wb. 

Komentar